Australian National University (ANU) dan FKM Unhas melaksanakan presentase hasil diseminasi studi Individual Deprivation Measure (IDM) dengan menggunakan dimensi pengukuran kemiskinan tingkat individu di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, pertemuan dilaksnakan pada rabu (11/11/2020) di ruang rapat Wakil Bupati Kabupaten Pangkep. Hadir sebagai pembicara dalam pertemuan tersebut yaitu perwakilan KOMPAK Ahmar Djalil, Kepala Bappeda Pangkep Dr. Abd. Gaffar, dan dari FKM Unhas Ansariadi Ph.D. Turut serta pembicara Dr. Angie Baxley dan Sharon Bessel dari Australian National University (ANU) secara daring melalui aplikasi zoom.

Sharon Bessel memberikan gambaran pelaksanaan IDM di Kabupaten PAngkep

Metode pengukuran yang digunakan dalam IDM ini menggunakan kategori ‘most deprived’ (berat), ‘deprived’ (sedang) dan ‘somewhat deprived’ (ringan) yang menjadi perhatian, dan menunjukkan kemiskinan multidimensi di Kabupaten Pangkep. Beberapa kesimpulan dari penelitian IDM ini diantaranya :
1. 54% dari mereka yang disurvei mengalami kerawanan pangan, Kerawanan pangan lebih tinggi di daerah pedesaan, dan tertinggi di Kepulauan, Lebih banyak orang dengan disabilitas melaporkan kerawanan pangan,
2. 28% populasi melaporkan masalah dengan kualitas dan realibilitas air, lebih banyak orang yang tinggal di daerah pedesaan melaporkan masalah dengan kualitas dan reliabilitas air, dari tiga kategori gabungan ‘most deprived’, ‘deprived’ and ‘somewhat deprived’, orang-orang di Kepulauan melaporkan lebih banyak masalah dengan kualitas dan keandalan air.
3. 82% berada dalam kategori ‘most deprived’, ‘deprived’ and ‘somewhat deprived’ dalam dimensi pendidikan, 31% berada dalam kategori ‘most deprived’, 45% orang di Kepulauan berada dalam kategori ‘most deprived’, Sementara lebih banyak orang lanjut usia yang deprivasi pendidikan, hal ini mengkhawatirkan bahwa 17% orang dalam kelompok usia 16 hingga 24 tahun berada dalam kategori paling kekurangan.
4. 45% orang dalam kategori ‘most deprived’, ‘deprived’ and ‘somewhat deprived’ dalam dimensi sanitasi, Lebih banyak orang yang tinggal di daerah pedesaan deprivasi sanitasi, Deprivasi paling parah terjadi di Kepulauan, di mana 77% orang berada dalam kategori ‘most deprived’.
5. 66% orang melaporkan beban waktu yang berat, Perempuan mengalami beban waktu yang lebih besar dibandingkan laki-laki, 27% wanita berada dalam kategori ‘paling kekurangan’ dalam dimensi penggunaan waktu (dibandingkan dengan 5% pria), Orang-orang di usia paruh baya melaporkan beban waktu yang berat.
Dari beberapa kesimpulan diatas memberikan gambaran ada perbedaan mencolok antara wilayah daratan dan kepulauan, dimana wilayah kepulauan masih memerlukan perhatian khusus dari Pemda Pangkep, di sector Pendidikan 82% mengalami masalah dan perlu mendapat perhatian khusus, serta untuk masalah gender perempuan masih menjadi permasalahan.
Dr. Angie Baxley dan Sharon Bessel berharap hasil penelitian IDM ini dapat menjadi data/informasi dan rujukan bagi OPD dalam menyusun program dan kegiatan dalam rangka menurunkan tingkat kemiskinan di Kabupaten Pangkep.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here