bersalaman sebagai ungkapan saling memaafkan bersama Kepala Bappeda Kab.Pangkep Dr.Abd.Gaffar ST,M.Si

Konon, tradisi halal bihalal mula-mula dirintis oleh KGPAA Mangkunegara I (lahir 8 April 1725), yang terkenal dengan sebutan ‘Pangeran Sambernyawa’. Untuk menghemat waktu, tenaga, pikiran, dan biaya, maka setelah salat Idul Fitri diadakan pertemuan antara raja dengan para punggawa dan prajurit secara serentak di balai istana. Semua punggawa dan prajurit dengan tertib melakukan sungkem kepada raja dan permaisuri. Apa yang dilakukan oleh Pangeran Sambernyawa itu kemudian ditiru oleh organisasi-organisasi Islam dengan istilah halal bihalal. Kemudian instansi-instansi pemerintah/swasta juga mengadakan halal bihalal, yang pesertanya meliputi warga masyarakat dari berbagai pemeluk agama.[3]

Baca selengkapnya https://muslim.or.id/6786-menyingkap-keabsahan-halal-bihalal.html

bersalaman sebagai ungkapan saling memaafkan bersama Kepala Bappeda Kab.Pangkep Dr.Abd.Gaffar ST,M.Si
Suasana sesaat setelah upacara pagi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here