Pusat Pengembangan Kebijakan Pembangunan (P2KP) Universitas Hasanuddin menyelenggarakan Diklat Pelatihan Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) RPJMD Tahun 2020 yang bekerjasama dengan Pusbindiklatren Bappenas. Diklat yang berlangsung sejak 02 Novenber 2020 dan berakhir pada tanggal 13 November 2020 dengan sistem dan metode Daring. Peserta yang dinyatakan lulus seleksi dan berkesempatan untuk mengikuti pelatihan PPD RPJMD berasal dari 5 Kabupaten yaitu Pangkep, Tanah Toraja , Luwu Utara, Soppeng, dan Luwu Timur. Tim RPJMD dari Kabupaten Pangkep berjumlah 3 orang yaitu Hasanuddin ST, Nahjar ST, dan Afferidzal SE dari Bappeda Pangkep dan Atma Fadhila S.STP dari BPKD Pangkep.
Tujuan dari pelaksanaan PPD RPJMD ini adalah peserta diharapkan dapat memahami alur penyusunan dan keterkaitan antar bab dalam dokumen RPJMD, Salah satu peserta Nahjar ST menyampaikan bahwa setiap daerah dapat menyusun RPJMD mini, RPJMD yang mengangkat substansi dan tema tertentu mulai dari data capaian, permasalahan, pendanaan, belanja, perumusan visi misi, tujuan, sasaran, strategi, dan arah kebijakan terkait tema substantif yang dipilih. Hingga intervensi program dan penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Kunci (IKK) sebagai turunan dari tema substantif yang dipilih, Dalam hal ini tim RPJMD pangkep memilih tema substantif Indeks Pembangunan Manusia, mengapa tema ini dipilih karena peringkat IPM pangkep masih pada urutan ke16 di sulawesi selatan, ungkapnya.

Nahjar ST, salah satu peserta PPD-RPJMD mengikuti pelatihan secara daring

Afferidzal disela kesibukannya mengikuti diklat PPD-RPJMD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here