TENAGA MEDIS DI PUSKESMAS TIDAK TERMASUK SEBAGAI PENERIMA INSENTIF PENANGANAN COVID-19

0
54
Rapat Terbatas yang dihadiri Kepala Bappeda, Kepala DInas Kesehatan dan Kabid Anggaran DPKD Pangkep

Seperti yang diberitakan pemerintah mengeluarkan kebijakan memberikan insentif bagi seluruh tenaga medis yang terlibat dalam penanganan Covid-19. Dokter spesialis akan mendapat insentif terbesar yakni mencapai Rp15 juta per bulan. Disusul dokter umum dan gigi yang akan memperoleh Rp10 juta per bulan. Bidan dan perawat mendapat insentif sebesar Rp7,5 juta per bulan dan tenaga medis lain sebesar Rp5 juta per bulan. Santunan mencapai Rp300 juta akan diberikan kepada tenaga medis yang meninggal karena terinfeksi Covid-19. Kendati demikian, insentif hingga santunan kematian ini hanya berlaku di daerah yang sudah menyatakan tanggap darurat.

HaL tersebut menjadi materi pembahasan dalam pertemuan terbatas terkait insentif bagi tenaga medis di Kabupaten Pangkep yang dilaksanakan di Kantor Bappeda pada selasa 14/4/2020, rapat yang di pimpin langsung Kepala Bappeda Dr. Abd Gaffar, ST, M.Si , peserta rapat yaitu Kepala Dinas Kesehatan , Kabid anggaran BPKD, serta staf Bappeda.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Indriaty Latif mempertanyakan tentang insentif bagi tenaga kesehatan yang sebelumnya dibahas dalam rapat anggaran yang hanya dprioritaskan kepada tenaga medis yang bersentuhan langsung dengan pasien di RS Batara Siang sedangkan petugas medis di puskesmas tidak termasuk sebagai penerima insentif padahal resiko untuk terpapar Covid-19 hampir sama dengan petugas medis di Rumah Sakit Batara Siang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here